Perbincangan dengan para ibu sembari jemput anak anak emang bisa bervariasi...
dari bincang ringan seputar hujan dipagi hari atau jalanan yang jadi kurang nyaman karena ditambahin polisi polisi tidur yang merusak pelg itu.. :(
sampai perbincangan serius bahas tentang kehidupan... pilihan.. dan anak anak..
Beberapa hari yang lalu, seiring dengan kasus tentang pelanggaran hak anak.. :( miriiisss banget emang yaa..
Dulu.. kata orang.. punya anak cowok itu lebih aman.. lebih mudah jagainnya.. Tapi.. pas Alhamdulillaaahhh.. dikasi amanah 2 orang jagoans yang hebat hebat gini.. saya ama ayahnya anak anak sempet diskusi juga.. soal betapa lebih beratnya amanah kami, karena kami harus mengajarkan pada 2 jagoan kami untuk bisa menjadi seorang imam yang amanah untuk keluarga mereka dan lingkungan mereka nantinya dijaman yang akan semakin sulit .
Mengingat saya pernah punya riwayat keguguran, dikehamilan saya berikutnya disarankan untuk mengurangi aktifitas, tapi dengan kondisi saya yang bekerja di bidang konstruksi, dengan rumah di bogor dan proyek di jakarta barat, dan kadang mesti kerja luar ke konsultan dll, maka istirahat adalah hal langka.. hehehe.. untuk berhenti kerjapun kayaknya susah bener secara terbiasa punya aktifitas, teman, dan pegang uang.. hehe... :D sampai suami ngasi ultimatum "Apa yang dipilih dari mengejar materi dunia atau menjaga amanah yang dititipkan sebagai investasi akhirat?" naaahhh.. blank saya... hehe..:) jleb banget saat itu.. dan ketakutan saya smakin menjadi karena stiap brangkat kerja dan pulang kerja slalu mabok dan berakhir naik taxi serta ketakutan akan kehilangan janin saya lagi juga kondisi kerja yang kurang mendukung akhirnya saya berani memutuskan berhenti bekerja..
Awal menjadi ibu adalah saat saat yang paling membahagiakan meski saya juga mengalami baby blues.. hehe.. smua moment bersama si kecil saya alami, smua bisa teratasi, sampai akhirnya ada 2 jagoans yang menemani kami...
dengan 1 jagoans.. smua masih berjalan wajar.. dengan 2 jagoans.. dan semakin meningkatnya butuh ku akan smua yang ingin kuberikan pada keduanya mendorongku untuk bekerja..
tapi, yang ada dalam diri saya adalah perasaaan bahwa saya tidak yakin bisa meninggalkan kedua buah hati kami untuk bekerja diluar rumah dari pagi hingga malam.. saya tak akan bisa berpisah dari mereka.. secara kemanapun saya pergi selalu sepaket dengan keduanya..
Disamping itu, saya sendiri menyaksikan betapa beratnya perjuangan seorang ibu yang harus meninggalkan bayinya yang baru berumur 2 bulan untuk kembali bekerja, bagaimana dia menahan sesak dihatinya, menahan air mata yang selalu tertumpah stiap berjauhan dengan bayinya, dan melewatkan perkembangan yang dicapai si bayi, hanya bisa menatap melalui layar smartphonenya sambil menahan haru saat melihat anaknya yang sudah mulai tengkurap, ongkong ongkong lalu duduk.. saya tahu pasti bagaimana dia berharap untuk lari meninggalkan pekerjaannya dan memeluk anaknya.. tapi dia tak bisa..
dan saya sangat bersyukur sekali saya tidak pernah mengalaminya..
Makanya, saya benar benar merasa beruntung dipertemukan dengan bisnis oriflame via d'BCN ini.. dimana saya tetap bisa menjalankan peran saya sebagai istri dan ibu juga tetap bisa menghasilkan transferan ke rekening stiap bulan.. makanya saya ingin membagi pengalaman ini.. supaya semakin banyak wanita khususnya para ibu dan calon ibu, pekerja kantor, para pelajar dan mahasiswa, untuk berani mulai merintis bisnisnya demi mempersiapkan masa akan datang..
Kenapa? karena disini, smua bisa kami lakukan secara online, kapan saja dimana saja, menyesuaikan waktu dan tempat.. smua fleksibel.. smua transparan dan yang penting.. sistemnya jelas, smua bisa dihitung dan masuk ke logika, MLM murni, bukan Money Game, pembayaran bonusnya pun masuk akal, smua berdasarkan kerja, bukan hanya diam tanpa tindakan.. :)
Resiko? tak ada stok barang berarti tak ada timbunan barang tak terpakai, tak ada kerugian modal, jadi.. paling mentok resikonya adalah penolakan oleh prospek.. lalu.. bukan masalah kan? masih bisa tetap sebagai teman, sebagai relasi, naaahh.. jangan dimasukan ke hati.. anggap saja kalau kita ngeprospek orang tuuu sebagai niat kita membuka jendela rejekinya, syukur syukur bisa menjadi pintu rejekinya.. karena bila kita menyaksikan temen atau saudara yang berhasil pasti kita akan ikut senang kan... yaa.. begitu saja.. :D
Naaaahhh.. makanya yuuukk.. mulai rencanakan masa depanmu.. :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar